5 Fakta terkait Kematian Ibu dan Neonatal di Banten


1. Setiap minggu 5 orang ibudan 27 bayi baru lahir meninggal di Banten

Dengan 240 kematian ibu di tahun 2016, setiap minggunya 5 orang ibu meninggal di Provinsi Banten, dengan jumlah kasus kematian tertinggi terjadi di Kabupaten Serang (59 kasus).Sensus kematian ibu tahun 2015-2017 di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang menemukan jumlah kematian ibu yang lebih besar, yaitu 324 kematian.Selain itu,pada tahun 2015, sejumlah 1380 anak meninggal pada usia 0 – 28 hari. Kabupaten Lebak (371 kasus) dan Kabupaten Tangerang (322 kasus) merupakan dua kabupaten dengan jumlah kasus kematian neonatal tertinggi.

2. Kematian ibu dapat terjadi pada saat kehamilan, persalinan, maupun pasca-persalinan

Dalam setiap tahap pada proses kehamilan sampai pasca-persalinan, seorang ibu memiliki risiko untuk meninggal. Studi Banten II yang dilakukan di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang, menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2015 – 2017, kematian ibu paling banyak terjadi pada masa pasca-persalinan (64%). Sementara itu, 9% kematian terjadi pada saat melahirkan, dan 24% kematian terjadi pada saat kehamilan .

3. Sebagian besar kematian ibu dan neonatal dapat dicegah

Penyebab kematian ibu di Banten terutama disebabkan oleh perdarahan (38%), dan hipertensi dalam kehamilan (19%). Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kedua kondisi ini. Selain itu, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan juga memegang peranan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan neonatal. Pada tahun 2015, hampir 15% ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilan lengkap sepanjang kehamilannya. Selain itu, meskipun perdarahan merupakan penyebab kematian terbanyak, sampai tahun 2015, hanya tersedia 3 Bank Darah RS dan 1 unit transfusi darah di Banten {

 

4. Layanan kesehatan yang berkualitas dapat berkontribusi menurunkan risiko kematian ibu dan neonatal

Seiring dengan peningkatan ketersediaan layanan kesehatan dan aksesnya, Studi Banten II menunjukkan terjadi pergeseran kematian ibu dari wilayah terpencil dan rural, ke wilayah urban, terutama di fasilitas kesehatan. Pada periode tahun 2015-2017, 65% kematian ibu di wilayah Studi Banten II terjadi di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menekankan bahwa peningkatan akses terhadap layanan kesehatan perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

5. Upaya penurunan kematian ibu dan neonatal memerlukan kontribusi dari semua pihak

Permasalahan dalam bidang kesehatan tidak dapat diselesaikan dengan melakukan perbaikan di sektor kesehatan. Hal ini menggaris bawahi pentingnya kontribusi seluruh sektor terkait dalam upaya menurunkan kematian ibu dan neonatal. Sebagai contoh, optimalisasi sistem rujukan hanya dapat dicapai dengan perbaikan sistem transportasi dan komunikasi, yang perlu didukung oleh sektor non-kesehatan.

 

Sumber:

  1. Tabel Profil Kesehatan Banten 2015
  2. Puska UI. Studi Banten II. Puska UI, 2017

Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran