Berita Hoax (Bohong) Kefarmasian dan Pangan


1. Peredaran Permen yang diduga mengandung PCC (Parasetamol Caffein carisoprodol)

Pada pertengahan bulan September Tahun 2017 telah beredar luas informasi di media sosial akan adanya peredaran Narkoba dengan sasaran anak-anak dalam bentuk permen susu di daerah Ambarawa, Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media social, disebutkan bahwa permen susu tersebut mengandung PCC yang Menyebar Di Kalangan Murid Sekolah. Hasil pengecekan dari Ditreskrimsus Polda Jateng bersama dengan BPPOM di sekolah-sekolah dan pasar di Wilayah Ambarawa tidak ditemukan peredaran obat yang dimaksud tim gabungan juga melaksanakan pengecekan di UPTD Kecamatan Ambarawa dan RSUD Ambarawa tidak ditemukan data korban obat tersebut.

Kasus permen mengandung narkotika dan psikotropika telah beberapa kali merebak melalui sosial media, namun hasil pengujian laboratorium Badan POM terhadap produk yang diisukan tersebut menunjukkan tidak mengandung narkotika dan bahan berbahaya (negatif). Permen yang diisukan mengandung PCC tersebut terdaftar di Badan POM sebagai Permen Rasa Susu Merek Penguin Brand dengan nomor izin edar BPOM RI ML 224409041077, importir PT. Petrona Inti Chemindo Jakarta Barat. Produk berasal dari China yang diproduksi oleh Guangdong Wanbao Foodstuffs Co, Ltd China. Badan POM menerbitkan izin edar setelah melakukan evaluasi keamanan, mutu, gizi serta label. Pada saat pemasukan produk ke dalam wilayah Indonesia juga dilakukan evaluasi untuk menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk impor tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

2. Beras Mengandung Plastik

pasti pernah mendengar istilah beras plastik di berita. Nasi dari beras plastik ini sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Plastik mengandung phthalate, bahan kimia yang bisa mempengaruhi hormon dan menghambat fungsi reproduksi. Karena itu, jika sampai mengonsumsi nasi dari beras plastik akan sangat berbahaya. Isu ini diawali dengan temuan di sebuah  pasar  yang  dibagikan  di   media   sosial,   kemudian   menjadi   viral.  Kenyataannya, beras yang mengandung plastik itu tidak ada. Beritanya kemudian berkembang lagi adanya Sebuah video yang memperlihatkan nasi yang dijadikan bola dan dipantul-pantulkan. Si pembuat video menuding bahwa nasi tersebut mengandung plastik sehingga tak lengket ketika dipantulkan. Video berdurasi sekitar 1,5 menit tersebut ramai beredar di grup-grup WhatsApp. Dalam video, tampak sebuah kotak nasi dengan tulisan RM Padang Mini Jaya Jalan Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Tentu saja apa yang ada di dalam video tersebut belum teruji kebenarannya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap contoh beras, tidak ditemukan indikasi beras tersebut mengandung plastik. Pada tahun 2015 terdapat isu yang sama, yaitu mengenai beras yang diduga mengandung plastik. Pengujian terhadap beras yang diduga mengandung plastik hasilnya negatif. Konsumen perlu mengetahui bahwa tekstur nasi dipengaruhi komposisi komponen penyusun pati dalam butir beras, yaitu amilosa dan amilopektin. Kadar amilopektin tinggi mempengaruhi tekstur lengket/pulen nasi, sehingga nasi dapat dikepal menyerupai bentuk bola.

3. Makanan Menyala Kalau Dibakar = Mengandung Plastik

Isu ini marak di Facebook. Dalam video, tampak orang-orang yang terlihat profesional membakar biskuit dan menyatakan bahwa biskuit itu terbakar karena mengandung plastik. Video semacam ini viral dalam beberapa periode alias hoax yang berulang.

  • Penjelasan :

 

Bahwa produk pangan yang mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah terutama yang berbentuk tipis, berpori, seperti krupuk, krekers, dan makanan ringan lainnya dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api; Bahwa produk pangan yang terbakar/menyala tersebut tidak dapat membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin di dalam produk pangan; Bahwa untuk membuktikan adanya kandungan plastik dan/atau lilin diperlukan pengujian lebih lanjut di laboratorium; Bahwa Badan POM telah melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dengan nomor izin edar Badan POM (MD atau ML).

4. Menguji Beras Berpemutih Memakai Obat Luka

Broadcast soal ini beredar di WhatsApp dengan menyebut nama obat luka yang mengandung povidone-iodine. Katanya, pengujian dengan obat luka tersebut akan memberikan warna tertentu, yang berarti terdapat kandungan bahan kimia di dalamnya.

  • Penjelasan :

 

beras sendiri memang memiliki kandungan utama berupa amilum, yaitu senyawa karbohidrat kompleks yang dihasilkan dari tumbuhan. Sifatnya adalah tidak larut air, berbentuk bubuk putih, serta tidak berbau. salah satu cara deteksi kandungan pati adalah menggunakan larutan iodin, yang notabene ada dalam obat luka tersebut. Jika sampel pangan mengandung pati ditambahkan iodin, akan terjadi reaksi polisakarida (pati) dengan iodin yang akan membentuk rantai poliiodida berwarna biru kehitaman. Semakin pekat warna biru kehitaman ini, artinya semakin panjang rantai polisakarida alias semakin banyak pula pati dalam kandungan pangan tersebut. Jadi bukan karena pemutih.

5. Garam Mengandung Kaca

Katanya, dalam proses pembuatan garam ada kristalisasi yang terwujud dalam kristal NaCl berbentuk kubus.

  • Penjelasan :

 

Saat dihaluskan, kristal ini akan pecah serupa pecahan kaca. Badan POM sendiri juga

 

 

menyebutkan bahwa telah melakukan pengujian laboratorium terhadap merek-merek garam konsumsi yang diisukan mengandung pecahan kaca. Hasilnya? Semuanya larut sempurna, tidak ada pecahan kaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Fluoride Pada Air Minum Kemasan

Salah satu yang sedang beredar adalah mengenai kandungan fluoride pada air minum dalam kemasan yang dianggap berbahaya. Dalam berita hoax tersebut, perusahaan air minum kemasan AQUA masuk dalam daftar yang dianggap bahaya itu.

  • Penjelasan :

 

pihak produsen AQUA klarifikasi, dilansir aqua.com, bahwa produsen minuman kemasan AQUA merupakan air mineral dengan sumber air yang berasal dari pegunungan vulkanik. Jadi, air hujan yang jatuh dan terserap dalam lapisan pegunungan, akan mengalami mineralisasi secara alami. saat proses tersebut, ada beberapa jenis mineral alami adalah fluorida. Kandungan tersebut adalah salah satu gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jadi, AQUA menegaskan bahwa air munim kemasannya aman dikonsumsi. Tak hanya pihak AQUA yang menegaskan, Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa 1,5 miligram kandungan fluoride aman dikunsumsi atau diminum. Demi kenyamanan konsumen, produsen AQUA juga selalu memantau secara berkala mengenai kandungan fluoride dalam air kemasan miliknya. Sebagai produk AMDK, Aqua juga mendapatkan sertifikat SNI, serta dipantau oleh Lembaga Sertifikasi Produk."Fluoride merupakan kandungan mineral alami yang terdapat dalam sumber air. Mineral ini berkhasiat bagi tubuh sebagai salah satu zat gizi mikro. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, fluoride

 

bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak," tulis AQUA dalam rilisnya. Perlu diketahui, pemerintah telah menetapkan batasan kandungan fluorida dalam air minum melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, yaitu tidak lebih dari 1,5 mg/l. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia.

Untuk itu, Kandungan fluorida dalam air mineral diatur dalam SNI 01-3553-2006 tentang Air Minum dalam Kemasan, yang bersifat wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 96 Tahun 2011. Kandungan fluorida juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Batasan itu pun juga ditetapkan oleh WHO tentang air minum dalam kemasan. Hal itu merujuk bahwa kandungan fluoride dalam air mineral tidak boleh melebihi 1 mg/I.

7. Sesuap Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker

Di jejaring sosial, banyak beredar informasi yang menyebut lele sebagai ikan paling jorok. Dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker.

  • Penjelasan :

 

Kasus permen mengandung narkotika dan psikotropika telah beberapa kali merebak melalui sosial media, namun hasil pengujian laboratorium Badan POM terhadap produk yang diisukan tersebut menunjukkan tidak mengandung narkotika dan bahan berbahaya (negatif). Permen yang diisukan mengandung PCC tersebut terdaftar di Badan POM sebagai Permen Rasa Susu Merek Penguin Brand dengan nomor izin edar BPOM RI ML 224409041077, importir PT. Petrona Inti Chemindo Jakarta Barat. Produk berasal dari China yang diproduksi oleh Guangdong Wanbao Foodstuffs Co, Ltd China. Badan POM menerbitkan izin edar setelah melakukan evaluasi keamanan, mutu, gizi serta label. Pada saat pemasukan produk ke dalam wilayah Indonesia juga dilakukan evaluasi untuk menjamin keamanan, mutu, dan gizi produk impor tersebut. Gosip murahan ini pertama kali heboh gara-gara sebuah artikel yang jadi viral di China, dimana disebutkan ada sebuah budidaya lele yang menggunakan kotoran manusia dan limbah pabrik untuk pakan ikan-ikan lele tersebut. Dan inilah akumulasi racun karsinogen

 

 

yang menjadi penyebab kanker di tubuh ikan lele.

8. Vaksin HPV sebabkan menopause dini

Pesan-pesan broadcast BBM ataupun Whatssap yang mengatakan “ini menyeramkan! Info dari akwan-kawan :vaksin kanker serviks HPV yang ditunjukan kepada anak SD ini akan menyebabkan efek samping berbahaya yakni menopause dini pada anak-anak itu nantinya ketika dewasa” gara-gara berita ini jadi banyak orang tua yang meragukan pemberian vaksin HPV untuk anak-anak perempuan mereka.

 

  • Penjelasan :

 

Profesor Andrijono, SpOG selaku ketua himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) menjelaskan tidak ada efek samping berbahaya pada anak-anak kecil apalagi sampai mengalami menopause dini. Vaksin HPV yang digunakan di Indonesia adalah vaksin yang telah distudi oleh WHO dan telah lolos uji keamanan. Hampir seluruh dunia sudah mewajibkan pemberian vaksin ini dan sudah dijadikan program nasional. Lalu jika di Indonesia Masih ragu kapan bias maju hanya gara-gara berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

9. Vaksin MMR Sebabkan Autisme

Beredar kabar vaksin Mumps, Morbili, dan Rubela (MMR) menyebabkan autisme pada anak.

  • Penjelasan :

 

kabar ini ditampik dr Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sama sekali tidak benar. dr Wakefield yang membuat penelitian tersebut bukan ahli vaksin, dia adalah dokter spesialis bedah. Penelitian beliau pada tahun 1999 hanya menggunakan 18 sampel," ujar dr Soedjatmiko.

10. Bumbu Mi Instan yang Dimasak Picu Kanker

 

 

Broadcast message menyebut mi instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya. Sebab monosodium glutamat (MSG) berpotensi jadi karsinogen pencetus kanker jika dimasak dengan suhu di atas 120 derajat Celcius.

  • Penjelasan :

 

Selama konsumsinya masih dalam batas aman, MSG tidak membahayakan. Nutrisionis Rita Ramayulis, DCN, MKes menyebut penggunaan MSG atau bumbu penyedap yang disarankan maksimal seperempat sendok teh dalam setiap penggunaannya.

 

 

 

 

 

 

 

11. Pemanis Buatan dapat menyebabkan penyakit diabetes, kanker otak, dan pengerasan sumsum tulang belakang.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sering dijadikan tumbal oleh para penipu-penipu yang mengatasnamakan mereka. Salah satu berita hoax kesehatan yang pernah populer di Indonesia pada tahun 2009 adalah tentang pemanis buatan Aspartame dalam produk minuman yang katanya kandungan tersebut dapat menyebabkan penyakit diabetes, kanker otak, dan pengerasan sumsum tulang belakang. Produk minuman tersebut adalah Extra Joss, M-150, Kopi Susu Gelas (Granita), Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton,Neo Hemaviton,Marimas, Segar Sari shachet, Frutillo, Pop Ice, Okky Jelly Drink, Adem Sari, Aqua Splash Fruit dan masih banyak lagi.

  • Penjelasan :

 

Aspartame merupakan pemanis buatan rendah kalori, yang terdiri dari kandungan asam amino umum yakni asam aspartat dan fenilalanin. Aspartame memang memiliki rasa manis 200 kali lipat dibandingkan gula biasa. Pemanis ini umum digunakan sebagai pengganti gula untuk para penderita diabetes, dan sebagai pemanis pada berbagai makanan dalam kemasan instan. Aspartame telah disetujui oleh FDA sebagai pemanis buatan yang aman untuk dikonsumsi sejak tahun 1981 silam. Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia hanya menganjurkan agar kita sebaiknya mengkonsumsi produk-produk minuman instan yang

 

mengandung Aspartame tidak lebih dari 600 mg/per kg produk.

12. Virus HIV Dimasukkan ke Pembalut

Kabar penularan HIV melalui aneka media sangat sering menyebar. Salah satunya penularan melalui pembalut yang telah dipapar virus HIV sebelumnya.

  • Penjelasan :

 

virus HIV butuh inang karena tidak akan bisa hidup lama di luar tubuh atau inang. Sementara pembalut tidak bisa menjadi inang bagi virus HIV

 

 

 

 

 

13. Cek Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

Pesan terkait cara mengecek kesehatan ginjal menyebar. Cara yang dianjurkan dalam pesan itu adalah dengan makan jengkol, setelah itu cium aroma kencingnya. Jika tidak bau berarti ginjal bermasalah.

Penjelasan :

 

Cara ini tidak dianjurkan. Karena terlalu banyak makan jengkol tidak baik lantaran makanan ini mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid. Di ginjal, asam ini bisa mengkristal dan membentuk batu ginjal.

14. Udang + Vitamin C = Meninggal

Kabar konsumsi udang berbarengan dengan vitamin C bisa berujung kematian pernah menyebar. Padahal meski ada indikasi kontaminasi logam berat dan zat kimia pada produk perikanan, seperti pada udang, tidak akan langsung sebabkan keracunan.

Penjelasan :

 

Proses kimiawi udang dengan vitamin C tidak memiliki dasar yang jelas. Sementara itu, konsumsi vitamin C yang dianjurkan setiap harinya adalah sekitar 100 mg/hari. Jika berlebihan maka dampaknya malah bisa menyebabkan batu pada ginjal.

15. Peringatan Kode Warna di Kemasan Pasta Gigi

 

 

 

 

Imbauan untuk berhati-hati memilih pasta gigi sering beredar di jejaring sosial. Disebutkan, Green : Natural. Blue : Natural + Medicine. Red : Natural + Chemical composition. Black : Pure Chemical. Bahkan ada yang secara gamblang menyebut kode hijau adalah yang terbaik.

Penjelasan :

 

sebenarnya kandungan dalam pasta gigi, terutama bahan aktif, seharusnya sudah tercantum dalam kemasan. Fluoride dan berbagai jenis bahan aktif lain sering ditambahkan sesuai kebutuhan pasien. Contohnya HAP (hydroxyapatite) mineral dan potassium citrate untuk gigi sensitif, serta zinc citrate untuk kesehatan gusi.

 

Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat mengenai permen susu mengandung paracetamol caffein carisoprodol (PCC) adalah informasi palsu atauHoaks.

Chat dan beberapa gambar permen susu dengan bentuk binatang beberapa hari terakhir beredar di jejaring media sosial.

Disebutkan bahwa permen susu tersebut mengadung PCC yang menyebar di kalangan murid sekolah dasar.

Telah beredar luas di media sosial tentang peredaran narkoba dengan sasaran anak-anak dalam bentuk permen susu di wilayah Ambarawa. Perlu diketahui, informasi itu Hoaks atau berita bohong.

pihak terkait seperti Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah mengecek seluruh sekolah dan pasar di sana.

Dari hasil pengecekan, tidak didapati sama sekali permen susu yang dimaksud mengandung PCC


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran