Gubernur Minta APPSI Bantu Gerakkan Industri Pertanian dan Perkebunan di Banten


Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim ekspedisi Jalur Darat Ke 34 Provinsi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Provinsi Banten. Tim Ekspedisi diterima Gubernur  yang didampingi Pj. Sekretaris Daerah Ino S Rawita di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug Kota Serang, Selasa (2/10/2018). Tim ekspedisi akan beraudensi dengan Gubernur terkait inovasi unggulan, terobosan dan potensi yang ada di Provinsi Banten. Sekaligus berdikusi tentang pembinaan, pendampingan dan pemasaran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tim ini juga akan mengekspolarasi keunggulan geografis ekonomi pariwisata yang ada di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pentingnya mengekspos keunggulan tiap daerah khususnya Provinsi Banten. Berbagai upaya dan konsern Gubernur saat ini,semata-mata ingin mengubah Banten dalam segala aspek kearah yang jauh lebih baik. Mulai dari revitalisasi kota dan tempat-tempat wisata sehingga menjadi lebih hidup dan bersih.

“Karena ada disparitas di Banten, Tangerang bergerak ke arah kota pemukiman dan industri hingga menjalar ke Cilegon dengan jumlah kurang lebih 14.000 industri bergerak di Banten,”tutur Gubernur

Lebih lanjut, Gubernur juga ingin menggerakkan industri pertanian dan perkebunan di dua Kabupaten yang ada di Provinsi Banten yang memang belum bergerak sisi industrinya. Tangerang disebut juga sebagai kota commuter, karena hampir semua masyarakat Tangerang bekerja di Jakarta. Hanya saja, mereka tinggal di Banten tetapi membayar pajak di Jakarta.

“Industri berat dan ringan ada di Banten, tetapi perekonomian Banten tergantung kepada ekonomi makro. Jika dollar naik maka harga bahan dasar akan naik. di wilayah utara dan timur Banten wilayah industri, tetapi di wilayah selatan masih berpaku terhadap pertanian dan perkebunan, sehingga terjadi yang dinamakan disparitas tadi,”jelasnya

Namun, terang Gubernur, wilayah Banten bagian selatan dapat dikembangkan melalui ekonomi kreatif dan potensi ini bisa disinergikan dengan BukaLapak, supaya dapat lebih di eksplorasi, dikembangkan serta dikenalkan ke khalayak luas. Untuk daerah wisata, Sawarna sudah memasuki level dunia, sekitar 561 kilometer panjang pantai sampai ke perbatasan Australia dan 63 pulau tanpa nama yang berdekatan dengan Australia.

“Kalau soal bahari, soal ikan laut, kita juaranya, tetapi kita masih konvensional, itu yang menyebabkan kita masih kalah dibanding daerah lain,” ujar Gubernur. Oleh karenanya, Gubernur ingin menata daerah-daerah wisata dengan berbagai festival yang diselenggarakan di sekitar daerah wisata agar lebih dikenal oleh masyrakat dan berkembang pesat. Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut, yang membuktikan bahwa pemerintah dengan tulus melayani masyarakat.

 Menurutnya, Banten yang terdiri dari empat kota dan empat kabupaten dianalogikan sebagai negara kecil yang memiliki potensi besar. Tambang emas dan batubara juga ada di Banten, pasir-pasir galian yang beredar di Jakarta juga berasal dari Banten, dan yang paling terkenal di Banten juga Suku Baduy, yang dikenalkan ke masyarakat baik lokal maupun mancanegara setiap tahunnya melalui kegiatan Seba Baduy. Gubernur mengharapkan tim ekspedisi ini akan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat selama berada di Provinsi Banten, apa yang bisa dikembangkan dan apa yang harus diperbaiki supaya dapat disosialisasikan ke Pemerintah Provinsi Banten agar dapat berkembang lebih baik lagi.

“Sampaikan juga salam dari saya kepada Rakyat Jawa Timur and seluruh Indonesia bahwa Banten itu ada dan sedang berbenah ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Jalur Darat Ke 34, Bagus Firdaus melaporkan bahwa kegiatan ekspedisi ini merupakan bagian dari ide dan saran Gubernur Jawa Timur  Sukarwo untuk masyarakat ekspedisi jalur darat, mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia.

“Sekarang sudah sampai di Provinsi Banten, dan tim ini akan mengeksplore dan mengekspos apa saja yang ada di Provinsi Banten baik dari sisi kemajuan inovasi daerah maupun  inovasi pariwisata,”kata Bagus

Bagus menjelaskan, tim ekspedisi jalur darat kurang lebih beranggotakan 8 orang. Kegiatan tersebut sudah mulai dari Provinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD) dan sekarang sampai di Provinsi Banten. Rencananya, tim ekspedisi akan berada di Provinsi Banten selama 3 hari, dan kunjungan ke Pendopo Gubernur Banten hari ini merupakan kunjungan hari pertama tim ekspedisi jalur darat.

“Besok akan melakukan ekspolore di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, lalu tanggal 4 oktober atau hari ketiga akan turut juga memeriahkan kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Banten untuk di viralkan ke kalangan luar,”lanjutnya

 

Selama ini,ujar Bagus, APPSI dianggap hanya konvensional, tetapi telah dimulai  program baru yaitu program ekspedisi ke 34 provinsi, dimulai tanggal 7 September 2018 di Provinsi Aceh, dan sudah menyelesaikan semua Provinsi di Sumatera. Selanjutnya APPSI akan mengekspos dan mengeksplore apa saja yang ada di provinsi yang dikunjungi untuk diviralkan melalui berbagai media supaya dapat dikenal oleh masyarakat luas mengenai potensi-potensi yang ada di setiap Provinsi tersebut. Untuk sisi UMKM, APPSI menggandeng BukaLapak untuk membantu menyukseskan program ini. Nantinya BukaLapak akan melakukan pelatihan, pendampingan serta penjualan secara online dan akan dilakukan secara gratis oleh BukaLapak agar UMKM di setiap daerah di Indonesia dapat bersaing baik secara konvensional maupun secara online. 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran