TGC, Pasukan Kesehatan yang Mendunia


Makkah, 23 Agustus 2018

Kemeja putih dengan lambang bendera Merah Putih di lengan kanan, berbalut rompi hitam dengan garis oranye di dada. Inilah seragam Tim Gerak Cepat (TGC) Kesehatan Haji Indonesia yang bertugas di lapangan.

Jemaah sudah hapal seragam ini bahwa mereka tim medis. Ternyata bukan hanya jemaah Indonesia  yang familiar dengan TGC tetapi juga jemaah dari mancanegara mengenal TGC.

''Doctor helps,'' begitu teriak salah satu jemaah asal Uzbekistan. TGC menghampiri untuk mengecek jemaah. Bukan sekali dua kali ini saja jemaah dari negara lain meminta bantuan penanganan medis TGC.

Seorang askar (tentara Arab Saudi) memberikan nilai Mumtaz (istimewa) kepada tim medis Indonesia.

''Berapa nilai yang anda berikan ke Indonesia, dari 1 sampai 10?'' tanya Yusuf salah satu anggota TGC kepada askar bernama Abdul Mohsen. Saat itu Yusuf sedang bertugas di pos 5 di Jamarat.

''Seratus, seratus, A+ (plus), mumtaz,'' kata Mohsen. Mereka apresiasi kepada petugas medis Indonesia yang tidak kenal lelah.

Yusuf menyatakan bahwa Askar menerima baik kehadiran TGC di jalur Jamarat. Mereka sangat mendukung kehadiran TGC.

TGC terdiri dari dokter, perawat dan farmasi yang di bentuk oleh Kemkes untuk menjaga kesehatan jemaah haji di Lapangan. Dan menjamin proses evakuasi berjalan lancar dan aman.

Kemenkes membentuk Tim Gerak Cepat sejak tahun 2016. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pertolongan kegawatdaruratan pada jemaah haji Indonesia. Oleh karenanya, TGC tersebar di titik-titik krusial di berbagai tempat.

Dalam fase Armina misalnya, TGC mudah ditemui di sepanjang jalan. Sejumlah dokter dan perawat pria segera memberikan respon cepat bila menemukan jemaah yang tampak tidak baik kondisinya. Bersama mereka ada kursi roda dan perlengkapan kegawatdaruratan.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka menegaskan TGC adalah wujud nyata bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenkes serius dalam pelayanan kesehatan haji.

''Kemenkes benar-benar serius dan selalu menjemput bola. Mengingat jemaah haji saat di Saudi benar-benar membutuhkan kehadiran petugas haji. Kesehatan menjawab semua ini. Kami turun sejak 2016,'' kata Eka.

Tidak berlebihan Kementerian Kesehatan Arab Saudi memberikan penghargaan terhadap pelayanan kesehatan haji 2018 yang diterima di Makkah tanggal 16 Agustus 2018 lalu.

 

http://www.depkes.go.id/article/view/18082500002/tgc-pasukan-kesehatan-yang-mendunia.html


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran