Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Jadi Sorotan Pada Forum Renja 2018


SERANG - Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus berupaya untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi yang sekarang ini masih dianggap tinggi.  Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI) merupakan tantangan bagi stakeholder kesehatan di Banten. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten, Ranta Soeharta, saat memberikan sambutan pada acara Forum Renja Dinkes Banten 2018 di Hotel Le Dian Kota Serang, Rabu (08/03/2017).

Menurut Sekda, untuk menurunkan jumlah Angka Kematian Ibu dan Anak, harus disikapi dengan komitmen kuat di semua stakeholder kesehatan, dengan upaya yang efektif, intensif dan berkesinambungan, termasuk intervensi di hulu dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif.

“Pada dasarnya bagaimana caranya kita untuk menyatukan persepsi di dunia kesehatan.  Buat kegiatan yang menjadi fokus saja, jangan bertele-tele dirasionalkan saja,” kata Ranta Suharta.

Menurutnya, fasilitas kesehatan dalam hal ini Puskesmas dan Rumah Sakit harus meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara proaktif menjalankan program kesehatan guna mendukung keberhasilan pencapaian indikator optimal. 

 

Caranya dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang dilaksanakan secara menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan.

“Saya menyarankan Pak Kadis harus lebih mobile ke Dinkes Kabupaten dan Kota,  jangan terlalu formal. Karena ini persoalan kebutuhan dasar. Lakukan kerjasama dengan organ yang berafiliasi dengan kesehatan, seperti PMI, IDI dan lainnya,” ujar Sekda.

Kata Sekda, melalui forum rencana kerja ini diharapkan proses untuk menjalani target tersebut dapat dijadikan sebagai sarana bagi para pimpinan kesehatan di Kabupaten dan Kota, para pimpinan rumah sakit, serta pihak terkait lainnya untuk mewacanakan upaya pelayanan kesehatan diwilayahnya dengan memperhatikan kepada kebutuhan masyarakat, khusunya masyarakat miskin. 

Sehingga menghasilkan program kesehatan yang berdaya guna dan tepat guna serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Harus ada output yang jelas dan hasil dan bagus. Saya ingatkan, Ini tahun terakhir RPJMD 2012-2017. Oleh karena itu susun draft RPJMD dengan baik. Jangan sampai Dinkes tertinggal. Kesehatan menjadi priorotas utama bersama infrastuktur," ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, melalui rencana kerja ini pihaknya  berupaya untuk menyusun pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan sebagai upaya penguatan pembangunan kesehatan


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran