Berhaji “Sehat” Harapan Umat


Curug - Ibadah Haji merupakan salah satu rukun islam yang harus dilakukan oleh setiap muslim bagi yang mampu, kemampuan (istithaah) dalam berhaji tidak hanya mampu dalam aspek financial saja tetapi juga harus mampu (istithaah) secara Fisik karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Jumlah Jemaah haji Setiap tahun semakin banyak sehingga setiap orang yang mendaftarkan sebagai calon Jemaah haji harus menunggu sekitar 15 tahun mendatang untuk bisa berangkat ke tanah suci. Masa penantian yang panjang ini akan berpengaruh besar terhadap perubahan status kesehatan Jemaah haji tersebut.

Untuk menjamin Jemaah haji dapat melaksanakan rangkaian ibadah di tanah suci, maka peranan sektor kesehatan harus diperhatikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang – undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah haji, dimana bahwa salah satu tugas bidang kesehatan adalah memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan bagi Jemaah haji.

Regulasi kesehatan yang mengatur tentang Istithaah kesehatan Jemaah haji tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016. yaitu Setiap Jemaah haji yang sudah mendaftar dan mendapatkan nomor porsi, harus sudah memeriksakan kesehatannya sehingga risiko kesehatan pada calon Jemaah haji tersebut akan diketahui dan dapat dikendalikan sampai dengan masa keberangkatan. Selain itu pembinaan kesehatan pada Jemaah haji semakin baik dilakukan  dalam menjaga kesehatan Jemaah haji tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap Jemaah haji di Provinsi Banten Tahun 2019, diperoleh bahwa Jemaah haji yang memiliki risiko tinggi kesehatan sebesar 72,7 % (total Jemaah 9.833 orang).

 

Berdasarkan diagram terlihat  bahwa diagnosis penyakit utama pada Jemaah haji Provinsi Banten Tahun 2019 merupakan kelompok penyakit tidak menular yaitu Hipertensi, Disorders of lipoprotein metabolism and other lipidaemias, Hyperlipidaemia, Non insulin dependent diabetes mellitus dan Cardiomagaly.

Dalam penetapan status istithaah kesehatan Jemaah haji sebagai syarat utama keberangkatan ke tanah suci harus mengacu pada aturan/regulasi permenkes nomor 15 tahun 2016 dimana bahwa kriteria status istithaah kesehatan haji adalah :

  • Memenuhi syarat istithaah kesehatan
  • Memenuhi syarat istithaah kesehatan dengan pendampingan
  • Tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan untuk sementara
  • Tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan

Menurut “Hendrik L Blum” bahwa status kesehatan seseorang sangat dipengaruhi oleh perilaku sebagai faktor dominan dengan proporsi sebesar 40% selain factor lingkungan, pelayanan kesehatan dan Genetik. Sehingga untuk menjaga status kesehatan Jemaah haji selama masa tunggu sampai dengan menjelang masa keberangkatan harus mampu mengendalilan perilaku yang merugikan kesehatan.

Dalam meningkatkan status kesehatan Jemaah diperlukan kesadaran dari setiap Jemaah akan risiko kesehatan yang mungkin akan dialaminya sehingga setiap calon Jemaah diharuskan melakukan upaya promotif dan preventif melalui :

  1. Memeriksakan kesehatan tahap awal untuk mengetahui jenis risiko kesehatan yang dialami
  2. Mengikuti pembinaan kesehatan selama masa tunggu yang diselenggarakan oleh jajaran kesehatan termasuk Puskesmas seperti pengukuran kebugaran, konseling, pemeriksaan berkala penyuluhan kesehatan kegiatan rutin lainnya
  3. Memeriksakan kesehatan tahap kedua (masa keberangkatan) untuk mengetahui status istithaah kesehatan Jemaah haji
  4. Mengikuti pembinaan kesehatan masa keberangkatan yang diselenggarakan oleh jajaran kesehatan (Puskesmas & Dinas kesehatan) seperti Sosialisasi haji sehat, pengukuran kebugaran, konseling, pemeriksaan berkala penyuluhan kesehatan kegiatan rutin lainnya

Harapan yang diinginkan adalah setiap Jemaah haji mampu melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji sesuai dengan syariatnya dengan tidak terkendala oleh status kesehatannya, dan semoga mendapatkan predikat “haji mabrur” 

  

 

Senam sebelum pengukuran kebugaran

bagi Jemaah haji

Pertemuan persiapan kesehatan Haji

di Provinsi Banten

image.jpegimage.jpeg 

Pendampingan kesehatan Jemaah Haji di Embarkasi JKG

Pelayanan Kesehatan di Arab Saudi


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran