Logo SKPD Provinsi Banten

RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH (RAKERKESDA) PROVINSI BANTEN TAHUN 2016

BeritaRAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH (RAKERKESDA) PROVINSI BANTEN TAHUN 2016

   PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT BANTEN MELALUI PENDEKATAN KELUARGA SEHAT

    TANGERANG   13 – 15 APRIL 2016

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan di selenggarakan dengan berdasarkan kemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta penguataan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia) dan keluarga miskin.

Kesehatan merupakan salah satu urusan wajib dan daerah berkewajiban untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mewujudkan keadilan dan pemerataan, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. Untuk mencapai tersebut perlu suatu sistem kesehatan yang tertata baik dan sesuai prinsip tata pemerintahan yang baik (). Pembangunan bidang kesehatan di Provinsi Banten ditujukan untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 28 ayat 1 dan UU no.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Saat ini sarana kesehatan yang ada di Provinsi Banten masih belum merata. Salah satunya terlihat dari keberadaan rumah sakit sebanyak 97 rumah sakit yang terdiri dari 10 rumah sakit umum daerah, 1 rumah sakit vertikal, 2 rumah sakit TNI dan 84 rumah sakit swasta dan memiliki puskesmas sebanyak 236. Dari 97 Rumah sakit tersebut sebanyak 77 rumah sakit atau 79% ada di wilayah Tangerang dan sisanya 21% di wilayah kab/kota lain di Provinsi Banten. Adanya disparitas jumlah sarana pelayanan kesehatan yang tidak merata ini dapat ditekan dengan beberapa upaya, salah satu upaya tersebut dan dicanangkan pada kegiatan ini adalah melalui gerakan “Hospital Goes To Village” yang merupakan gerakan perluasan layanan rumah sakit hingga ke wilayah kecamatan bahkan perdesaan. Gerakan ini melibatkan seluruh rumah sakit yang ada di Banten dan tergabung dalam PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia) wilayah Banten. kegiatan yang akan dilaksanakan pada  Hospital Goes To Village yaitu pemberian beberapa jenis pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat oleh setiap rumah sakit sesuai yang telah disepakati bersama antara PERSI dan Pemprov Banten, antara lain Pemeriksaan Dokter Spesialis, USG 3 Dimensi, Deteksi dini penyakit tidak menular, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Lainnya.

Dalam rangka mendukung terwujudnya universal health coverage atau pembiayaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Provinsi Banten telah mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah dengan program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS kesehatan mulai 1 Maret 2016. Tujuan dari integrasi tersebut adalah untuk mengurangi penduduk miskin yang mendapatkan pelayanan kesehatan dengan kepesertaan BPJS kesehatan. Pada kesempatan pertemuan ini juga ditandatangani Kesepakatan Bersama antara beberapa pihak dalam rangka pelaksanaan pelayanan jaminan kesehatan kecelakaan lalu lintas. Kesepakatan ini adalah sebagai pedoman bersama dalam memberikan jaminan keamanan, pelayanan prima dan penanganan korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkatan umum sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kesepakatan ini diharapkan dapat menjawab segala permasalahan yang terjadi dalam penanganan kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum.

Beberapa isu penting yang mengemuka pada tahun 2016 antara lain upaya percepatan pelaksanaan kegiatan tahun 2016 serta pembahasan mendalam mengenai tema pembangunan kesehatan pada tahun 2017 yaitu Keluarga Sehat Pilar Utama Bangsa yang Kuat. Pembahasan mengenai tema kesehatan tersebut ditekankan melalui pendekatan pembangunan kesehatan berdasarkan pada 7 subsistem : (1) subsistem upaya kesehatan, (2) subsistem penelitian dan pengembangan kesehatan, (3) subsistem pembiayaan, (4) subsistem sumberdaya manusia kesehatan, (5) subsistem sediaan farmasi dan alart kesehatan, (6) subsistem manajemen dan (7) subsistem pemberdayaan masyarakat. Dalam menjawab isu-isu tersebut dan juga dalam upaya pencapaian keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh kerja keras sektor kesehatan semata, tetapi sangat dipengaruhi pula oleh kontribusi berbagai sektor lainnya maka di perlukan penyelenggraan RAKERKESDDA tahun 2016.

Berkaitan hal tersebut tema pelaksanaan RAKERKESDA tahun ini adalah  “PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT BANTEN MELALUI PENDEKATAN KELUARGA SEHAT”. Rapat Kerja Kesehatan Daerah (RAKERKESDA) ini dapat dijadikan sebagai sarana bagi para Pimpinan instansi kesehatan kabupaten/kota dan para Pimpinan Rumah Sakit baik itu pemerintah maupun swasta untuk merencanakan upaya pelayanan kesehatan di wilayahnya dengan memperhatikan kepada kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat miskin.

RAKERKESDA Tahun 2016 ini dimulai dari hari Rabu tanggal 13 April 2016 sampai dengan hari Jumat tanggal 15 April 2016, dihadiri oleh  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur RSUD dan RS Swasta Kabupaten/Kota, Lintas Sektor Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan, Institusi Pendidikan Kesehatan, Serta Pejabat Eselon III dan IV dilingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Dengan Pelaksanaan RAKERKESDA Ini Diharapkan Akan Menghasilkan Rumusan Kebijakan Pelaksanaan Program Pembangunan Kesehatan Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota, Percepatan Pencapaian Target Indikator Bidang Kesehatan (MDGs dan Pasca MDGs, RPJMN, RPJMD, Renstra Bidang Kesehatan), Dan Kesepahaman Serta Kesepakatan Penyelenggaraan Prioritas Pembangunan Kesehatan Di Provinsi Banten Dan Kab/Kota.

by: PEP Dinkes Prov Banten


Kepala Dinas Kesehatan

  • DR. drg. Sigit Wardojo, M.Kes

    NIP. 19640414 199102 1 006

Prakiraan Cuaca

  •  

Link Terkait