Logo SKPD Provinsi Banten

Peningkatan Kemampuan Kader Sebagai Pemodelan dalam Program Kesehatan Jiwa Masyarakat

BeritaPeningkatan Kemampuan Kader Sebagai Pemodelan dalam Program Kesehatan Jiwa Masyarakat
Berkaitan dengan Kesehatan jiwa di Provinsi Banten, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 didapatkan data sebagai berikut : prevalensi gangguan mental emosional berupa depresi dan cemas pada masyarakat berumur diatas 15 tahun mencapai 6,0 persen yaitu sekitar

Peningkatan Kemampuan Kader Sebagai Pemodelan dalam Program Kesehatan Jiwa Masyarakat

Serang - Berkaitan dengan Kesehatan jiwa di Provinsi Banten, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 didapatkan data sebagai berikut : prevalensi gangguan mental emosional berupa depresi dan cemas pada masyarakat berumur diatas 15 tahun mencapai 6,0 persen yaitu sekitar 535.500 orang mengalami masalah kejiwaan, prevalensi gangguan jiwa berat/skizofrenia sebesar sebesar 0,11 persen atau sekitar 11.550 orang mengalami gangguan jiwa, dan ODGJ yang mengalami pemasungan sebesar 14,3 persen atau sekitar 1.650 kasus ODGJ yang dipasung, jumlah ini cukup moderat dan penderita gangguan jiwa lebih banyak dialami mereka yang berpendidikan rendah, hidup dalam kondisi ekonomi dan sosial yang rendah, keadaan ini menunjukan bahwa masyarakat hidup dalam kondisi emosi dan kondisi kejiwaan yang bermasalah.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kesehatan jiwa belum menjadi prioritas di daerah, padahal kesehatan jiwa adalah bagian yang paling banyak terintegrasi dalam semua aspek kehidupan, seperti dibidang pendidikan, hukum, perlindungan anak dan perempuan, kesehatan, sosial, budaya bahkan politik dan keamanan. Masalah kesehatan jiwa tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, sosial budaya, hukum dan hak azasi manusia saja, tetapi tidak kalah penting adalah masalah ekonomi atau pendapatan, dengan diperolehnya angka estimasi gangguan jiwa berat di Provinsi Banten kita dapat menghitung berapa potensial ekonomi yang hilang per bulan karena SDM yang tidak produktif. Estimasi potensi ekonomi yang hilang di Provinsi Banten per bulan adalah sebesar 36 milyar (Prof. Buddy Anna Keliat,skp,mappsc, guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia) bila dikalikan dalam satu tahun berarti sekitar 432 milyar Provinsi Banten kehilangan potensial ekonomi/kerugian ekonomi, kerugian tersebut meliputi hilangnya produktivitas seseorang serta beban ekonomi dan biaya kesehatan yang harus di tanggung oleh keluarga dan Negara.

Masalah kesehatan jiwa dan psikososial yang juga penting antara lain : masalah kesehatan jiwa pada TKI, masalah KDRT, masalah kekerasan/agresivitas di Masyarakat, masalah kesehatan jiwa dan psikososial akibat bencana, angka kejadian bunuh diri yang semakin meningkat, kenakalan remaja, penyalahgunaan napza, masalah kesehatan jiwa pada usia sekolah, serta pemasungan terhadap ODGJ. Kebutuhan penanganan serta besarnya beban yang ditanggung Pemerintah dan Masyarakat. Jika hal tersebut tidak ditanggulangi maka peningkatan derajat kesehatan jiwa, pencegahan gangguan jiwa serta penanggulangan masalah kesehatan jiwa di masyarakat tidak akan berhasil tanpa pengembangan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat, yaitu dengan cara pemberdayaan serta membangun kemandirian masyarakat dibidang kesehatan jiwa.

Penderita gangguan jiwa di indonesia seringkali menjadi korban ketidakadilan dan perlakuan yang semena-mena oleh masyarakat, diantaranya tindak kekerasan dan penelantaran. Selain itu, berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013, sampai saat ini proporsi rumah tangga yang memiliki gangguan jiwa berat yang pernah di pasung menurut tempat tinggal mencapai 14,3 persen dan terbanyak di pedesaan. Pemasungan terjadi di seluruh daerah di indonesia baik di kota maupun desa. Pemasungan bukan hanya dilakukan di rumah penderita gangguan jiwa tetapi juga di panti-panti perawatan penderita gangguan jiwa.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kader kesehatan merupakan garda terdepan dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Banten, sebuah aset dan potensi yang besar dalam mendukung upaya-upaya kesehatan, termasuk didalamnya adalah kesehatan jiwa. Ditangan kader-kader terbaiklah status kesehatan masyarakat akan semakin meningkat. Kader adalah relawan yang bekerja tanpa pamrih dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Potensi besar ini lah yang perlu kita dukung sepenuhnya, melalui peningkatan peran kader, khususnya dalam melakukan deteksi dini kesehatan jiwa masyarakat, maka masyarakat dibanten diharapkan dapat terhindar dari masalah-masalah kejiwaan, dan semangat lagu indonesia raya yang selalu dikumandangkan melalui lirik ”bangunlah jiwanya...,bangunlah badannya...” memberikan makna bahwa tiada kesehatan tanpa sehat jiwa.

Oleh karenanya Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengadakan pelatihan Peningkatan Kemampuan Kader Sebagai Pemodelan dalam Program Kesehatan Jiwa Masyarakat Bagi 2 Kabupaten terpilih”,acara tersebut dihadiri dan dibuka oleh Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum Pemerintahan Provinsi Banten Bapak Drs. H. Sumawijaya, Msi. Pelatihan dilaksanakan selama 4 Hari Tanggal 27-30 Juli 2015.

 

Dinas Kesehatan Provinsi Banten @2015

Kajian, Informasi Kesehatan dan Pengembangan Upaya Kesehatan  


Kepala Dinas Kesehatan

  • DR. drg. Sigit Wardojo, M.Kes

    NIP. 19640414 199102 1 006

Prakiraan Cuaca

  •  

Link Terkait